Sore itu di halaman belakang rumah,tempat berumput yang tertutup pohon
di sekeliling nya..tampak lenggang..sepi dan damai..tapi tidak sedamai hati
zee.tampak dari raut mukanya yang lesu,muram,dan lelah.
Terdengar jingkatan kecil dari sepatu bocah berumur sekitar 5 tahun.zee
menoleh,,terlihat di matanya sosok anak laki-laki kecil yang memancarkan
kedamaian di wajahnya..
“ukh…ketahuan!!!”seru anak itu.”kak zee…kenapa nangis?kakak lagi
sedih?”
Zee tersenyum,”Bian…kakak nggak apa-apa kok..kakak kangen
bian..”kata zee sambil membelai adiknya itu dengan lembut..bian begitu
polos..kasihan dia kalau tau masalahnya kali ini.papa dan mamanya bertengkar
lagi sore itu.hanya di taman milik zee dan bian itulah dia bisa melepaskan
semua beban pikiranya bersama adik semata wayangnya..
“Bian di sini kak…kakak jangan nangis lagi ya?kak..bian pengen
banget ajak kakak ke tempat bian..tempatnya indah..semua orang tersenyum di
sana..tapi bian nggak mau mama dan papa sedih kalo bian ajak kak zee..”kata bian
di pangkuan zee.
“bian..ajak kakak ke sana..mama sama papa udah nggak peduli lagi
sama kak zee..”kata zee menatap bian,
“bian nggak bisa..mama sama papa itu sayang sama kak zee..ya
udah..bian pergi dulu ya kak..”kata bian sambil berlari kecil meninggalkanya.
Dari belakang tangan zee di tarik oleh seorang ibu muda dengan gurat
kesedihan di mukanya.dialah mama zee.
“zee..kamu disini ngapain?ayo pulang nak..papa nyari kamu..”kata
mama zee sambil menarik tanganya.
“apa sih ma…zee nunggu bian!!Cuma bian yang peduli dan selalu ada
buat zee!!”bela zee sambil meronta.
“zee!!kapan kamu mau sadar!bian udah nggak ada!dia udah
pergi…!!!”kata mama zee sambil memeluk zee..zee tertunduk..sesaat dia sadar
bahwa bian,adik satu-satunya yang begitu dia sayangi telah meninggal 2th yang
lalu karena kecelakaan yang dialami bersamanya..bian tidak bisa di
selamatkan.hingga nafas terakhir bian,hanya zee yang mengetahui..tapi sesaat
kemudian otaknya tak bisa menerima kenyataan bahwa dia kehilangan
bian..baginya,bian selalu ada saat dia membutuhkan senyum lugunya…
Di pelukan mamanya..zee menatap bian di antara berberapa pepohonan.bian tersenyum damai
kepadanya..lalu dia menghilang.zee sadar,bian hanya ilusi yang dia ciptakan
saat dia menginginkan dia ada.dan saat dia berpikir secara logika..bian memang
tak pernah ada.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar