Minggu, 02 Desember 2012

"BIAN" adikku yang tak pernah ada

Sore itu di halaman belakang rumah,tempat berumput yang tertutup pohon di sekeliling nya..tampak lenggang..sepi dan damai..tapi tidak sedamai hati zee.tampak dari raut mukanya yang lesu,muram,dan lelah.
Terdengar jingkatan kecil dari sepatu bocah berumur sekitar 5 tahun.zee menoleh,,terlihat di matanya sosok anak laki-laki kecil yang memancarkan kedamaian di wajahnya..
“ukh…ketahuan!!!”seru anak itu.”kak zee…kenapa nangis?kakak lagi sedih?”
Zee tersenyum,”Bian…kakak nggak apa-apa kok..kakak kangen bian..”kata zee sambil membelai adiknya itu dengan lembut..bian begitu polos..kasihan dia kalau tau masalahnya kali ini.papa dan mamanya bertengkar lagi sore itu.hanya di taman milik zee dan bian itulah dia bisa melepaskan semua beban pikiranya bersama adik semata wayangnya..
“Bian di sini kak…kakak jangan nangis lagi ya?kak..bian pengen banget ajak kakak ke tempat bian..tempatnya indah..semua orang tersenyum di sana..tapi bian nggak mau mama dan papa sedih kalo bian ajak kak zee..”kata bian di pangkuan zee.
“bian..ajak kakak ke sana..mama sama papa udah nggak peduli lagi sama kak zee..”kata zee menatap bian,
“bian nggak bisa..mama sama papa itu sayang sama kak zee..ya udah..bian pergi dulu ya kak..”kata bian sambil berlari kecil meninggalkanya.
Dari belakang tangan zee di tarik oleh seorang ibu muda dengan gurat kesedihan di mukanya.dialah mama zee.
“zee..kamu disini ngapain?ayo pulang nak..papa nyari kamu..”kata mama zee sambil menarik tanganya.
“apa sih ma…zee nunggu bian!!Cuma bian yang peduli dan selalu ada buat zee!!”bela zee sambil meronta.
“zee!!kapan kamu mau sadar!bian udah nggak ada!dia udah pergi…!!!”kata mama zee sambil memeluk zee..zee tertunduk..sesaat dia sadar bahwa bian,adik satu-satunya yang begitu dia sayangi telah meninggal 2th yang lalu karena kecelakaan yang dialami bersamanya..bian tidak bisa di selamatkan.hingga nafas terakhir bian,hanya zee yang mengetahui..tapi sesaat kemudian otaknya tak bisa menerima kenyataan bahwa dia kehilangan bian..baginya,bian selalu ada saat dia membutuhkan senyum lugunya…
Di pelukan mamanya..zee menatap bian di antara berberapa  pepohonan.bian tersenyum damai kepadanya..lalu dia menghilang.zee sadar,bian hanya ilusi yang dia ciptakan saat dia menginginkan dia ada.dan saat dia berpikir secara logika..bian memang tak pernah ada.